Sunday, December 20, 2009
Efektifitas Waktu Belajar Pelajar

Topik Kebudayaan : Efektifitas Waktu Belajar Pelajar


Judul : Kualitas waktu belajar pelajar di Indonesia




1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Mendapatkan pendidikan adalah hak semua anak-anak Indonesia, dengan adanya pendidikan tersebut, diharapkan munculnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga dapat memajukkan setiap aspek-aspek yang ada dalam Negara Indonesia.

Indonesia adalah salah satu Negara yang sangat memperhatikan pendidikan, kita bisa lihat dari adanya system belajar Sembilan tahun yang dicanangkan oleh pemerintah. Didirikannya sekolah-sekolah, bahkan diadakan beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu. Tetapi coba kita lihat system belajar yang ada.

Indonesia adalah satu Negara yang menerapkan jam belajar sekolah sangat panjang. Data dari UNESCO antara lain menyebutkan, jam belajar anak-anak sekolah di Indonesia mencapai 1.680 jam pertahun untuk SMP & SMA atau 42 jam dalam seminggu. Bandingkan dengan anak-anak di Jepang untuk rentang waktu yang sama hanya memerlukan waktu 30 jam, atau 32 untuk anak sekolah di Prancis, dua Negara yang system pendidikannya diakui cukup baik di dunia, bahkan Australia hanya 25 jam. Panjangnya waktu belajar ini dapat mempengaruhi kuantitas intelektual para pelajar di Negara ini.


II. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti merumuskan masalah, yaitu:

Apakah dampak yang ditimbulkan dari panjangnya waktu belajar di sekolah bagi para siswa/I di Indonesia?




III. Pembahasan


Berdasarkan hasil wawancara, ternyata system waktu belajar sekolah di Indonesia belum begitu efisien. Buat sebagian pelajar sekolah bikanlah tempay yang menyenangkan, mereka pergi ke sekolah hanya untuk rutinitas belaka, bukannya karna antusias dalam belajar. Di lihat dari kemampuan intelektual siswa Indonesia dari SD sampai SMA dibanding anak-anak Negara lain yang menerapkan jam belajar yang lebih pendek, misalnya jepang atau perancis. “Apakah anak-anak Indonesia lebih berkualitas secara rata-rata? Rasanya tidak. Atau jika Negara tetangga seperti Singapura, kita juga masih kalah. Apakah kita lebih bodoh? kami kira tidak. Yang jadi masalah, kita belum bisa secara efektif & efisien memaksimalkan metode belajar mengajar yang baik. Artinya, secara kasar dapat kita lakukan bahwa jam belajar yang panjang (seperti yang kita terapkan selama ini) bukanlah jaminan seorang siswa akan menjadi ledih pinter. Bahkan bisa jadi sebaliknya,secara kuantitas memang tampak positif, yaitu lebih banyak jam belajar. Tapi yang kita ketahui, keluhan atau sisi negatifnya lebih banyak dan itu yang lebih menonjol selama ini





Lampiran


I. Biodata Informan


Nama
: Ayu Syafitri
Jenis Kelamin
: Perempuan
Status Perkawinan
: Belum kawin
Tempat Tanggal Lahir
: Jakarta
Tanggal Lahir
: 26 Februari 1994
Alamat
: jl. Kumbang raya RT/RW : 001/010
Kelurahan
: Pegadungan
Kecamatan
: Kalideres
Kota : Jakarta Barat
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Pelajar SMA

II. Tanda pengenal informan (kartu pelajar)

Depan belakang


II
I. Hasil Wawancara



Pewawancara (P) : “
yu, gw panggil ayu ya?

Informan (I) : “Terserah dech…”

P : Kita pengen tahu nih, sebagai seorang siswa menurut kamu pendidikan itu penting
atau gak? Kalo iya kenapa, kalo enggak kenapa?

I : “ya Penting ga penting sich… kalo di suruh belajar
ya belajar , kalo ulangan mah nyontek… Jadi kalo ditanya penting atau gak-nya, pendidikan itu gak terlalu penting , yang penting mah NILAI-NYA… ”

P : Sekolah mulai dari jam berapa sampai jam berapa Dit?

I : “masuknya dari jam
stengah tujuh pagi sampe jam 02.00”

P : Selain hari minggu, ada hari libur ga dalam seminggu?

I : “
ada koq hari sabtu, pengennya sich libur terus,hehehee.. tapi kalau terlalu banyak libur juga enggak enak”

P : Kalau lagi libur biasanya ngapain?

I : “
ya gak ngapa2in,paling maen ,truz pulang, nyapu, ngepel.. kalo biza sich pergi-pergian buat ngindarin gagang sapu.heheee,

P : Nggak belajar??

I : “
kadang-kadang aja klo ada PR

P : Jawab jujur ni yaaa, kamu pernah ngerasa bosen gak pergi ke sekolah? Kalau iya kenapa, kalau ngga kenapa?

I : “pernah sich…. Karna gurunya rese trus belajar
nya lama, gtu-gtu aja lagi… cuman kadang-kadang sekolah tuch mengasyikan karna teman-teman yang ada di sekolah itu seru-seru.”

P : Menurut kamu waktu belajar dari pagi sampai sore itu efektif ga?

I :”sangat tidak efektif , karna memory otak tidak cukup untuk diisi dengan berbagai macam rumus, makanya kalo biza beli RAM yang 1 Giga byte..”

P : Maksudnya, apa kamu bisa memahami setiap pelajaran dengan waktu belajar yang lama di sekolah?

I :”kalu prosses belajar mengasyikan dan program belajarnya juga bertahap alias sedikit demi sedikit pasti lebih ngerti walaupun satu persatu.”

P : Ngomong-ngomong kan buku-buku cetak banyak tu, kalo tiap hari bawa buku sebanyak itu mempengaruhi keinginan belajar kamu ga si?

I :”gak juga sich… malahan kalu punya buku paket banyak tuch kayanya enak soalnya kalu ada tugas di rumah gak repot pinjem-pinjem buku sama temen, jadi langsung dikerjain setelah pulang sekolah… jadi semangat belajar jadi lebih meningkat.”


P : hmmmm, kalau di rumah sering ga belajar lagi? Ngulang pelajaran yang tadi atau mungkin iseng baca-baca buat materi besok gitu?

I :”hehehe.. keburu capek duluan, abis udah kelamaan di sekolah. Tapi kadang-kadang aku pelajari lagi , tergantung pelajaran itu disukai atau tidak , soalnya , pelajaran yang disukai itu pasti membuat kita jadi penasaran dan jadi ingin membaca dan menambah pengetahuan .”


P :Menurut kamu sekolah merupakan hal yang menyenangkan ga? Atau hanya kebiasaan?

I :”buat saya sekolah itu hal yang menyenangkan kalau ada pelajaran yang disukai dan juga karna ada teman-teman yang menghibur , tapi, mungkin buat orang yang tidak memiliki banyak teman , sekolah itu sesuatu yang membosankan .


P : menurut kamu berapa seharusnya waktu untuk belajar di sekolah?

I :”waktu belajar di sekolah sich seharusnya cukup 5 jam saja dan itu juga sudah termasuk waktu istirahat 30 menit . Kalau lebih dari 4jam pikiran pasti udah ngelantur mikirin yang laen. Jadi 4jam belajar tambah waktu istirahat 30 menit tinggal 30 menit lagi pulang . berarti sisa waktu ngelanturnya cukup setengah jam aja sampai bel pulang berbunyi… He…he…he…...”

P : Kalau pendapat kamu sekolah itu harusnya punya system belajar yang seperti apa supaya gak membosankan?

I : “sistem belajar mengajar yang efisien dan bertahap , seperti mengajar tentang 1 materi hingga murid-murid bisa, baru setelah itu dilanjutkan ke materi yang lain… Jangan tiap satu kali pertemuan langsung membahas tentang 4 materi sekaligus….”

P : Nah terakhir ni, dengan system waktu belajar yang ada dari SD sampai kamu SMA sekarang, kamu ada kemajuan ga, seperti dapat ranking di kelas ?

I :” wah… kalau ditanya kemajuan sich sam aja, soalnya makin pinter tapi pelajaranya makin susah, tapi kal
o ranking kadang-kadang juga.”

posted by dewi puspitasari prasetyo @ 9:03 AM  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 
About Me


Name: dewi puspitasari prasetyo
Home: jakarta, jakarta barat, Indonesia
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Free Blogger Templates